23.10.08

SEJARAH LARI

Sejarah lari memang tidak tertulis secara otentik sejak kapan manusia berlari sebagai prestasi atau untuk kebugaran. Sejak manusia ada, sebenarnya telah dapat berjalan dan berlari, namun tidak tercatat sebagai olah raga prestasi untuk mengetahui tercepat dan terkuat. Ada versi yang mengatakan bermula dari bangsa Yunani yang sedang dilanda peperangan antara kaum Yunani dan Persia di kota Marathonas Pulau Egina Yunani. Pasukan Persia mengalami kekalahan dan pasukan Yunani yang memenangkan perang, memerintahkan salah seorang pasukannya untuk membawa pesan. Si pembawa pesan berlari ke Athena sepanjang 40.8 km (25.4 miles) dalam sehari untuk mengabarkan kemenangannya sesampainya di kota sambil berteriak yang akhirnya pingsan dan meninggal dunia. Untuk mengenang kemenangan perang tersebut dan menghormati si pembawa pesan maka beberapa periode diadakan lomba lari dan semakin berkembang menjadi olah raga prestasi modern dan terpecah menjadi berbagai cabang lari.

Konon kabarnya cabang olah raga lari marathon pertama kali dilombakan dalam olimpiade yang diadakan di kota Athena dimenangkan oleh Eucles dan pada lomba berikutnya dimenangkan oleh Philippides. Setelah mengalami berbagai event dan waktu, lomba ini berubah menjadi Olimpiade dan pada periode selanjutnya mendapat julukan olimpiade modern. Olah raga ini pun berkembang menjadi beberapa cabang yang dibagi dalam jarak tempuh tertentu. Dalam perkembangnya cabang olah raga lari terbagi menjadi lari cepat jarak pendek (sprint), lari jarak sedang (middle distance), lari jarak jauh (long distance). Lari jarak pendekpun terbagi lagi menjadi lari jarak 50m, 55m, 60m, 100m, 150m, 200m, 300m, 400m, 500m. Pada jarak menengah terbagi 800m, 1500m, 3000m. Untuk lari jarak jauh dibagi menjadi 500m, 10.000m, half marathon, dan marathon. Saat ini perkembangan lebih pesat lagi dan cenderung digabungkan dengan cabang olah raga lain seperti lari halang rintang, triathlon, pentathlon, heptathlon, decathlon.

Sedangkan aktifitas lari sebagai kebugaran/pemeliharaan fisik badan tidak tercatat, apakah sejak manusia muncul di bumi sudah memiliki kegiatan berlari dalam hidupnya atau setelah beberapa keturunan baru ada kegiatan lari. Namun secara logis dapat dikatakan bahwa manusia memiliki kaki untuk beraktifitas tentunya dari kecil sudah dapat berlari-lari untuk bergembira atau mengejar sesuatu. Dari hasil berlari yang kemudian dia merasakan manfaat yang dirasakan setelah beraktifitas maka selanjutnya manusia memelihara aktifitas lari dalam hidupnya. Kecenderungan manusia pada saat tumbuh dewasa juga beraktifitas lari mengejar hewan dengan berburu menggunakan alat buruan seperti tombak atau batu.

Semakin modern manusia hidup pada suatu era semakin sedikit aktifitas berjalan dan berlari. Lama kelamaan menyadari bahwa manusia tetap membutuhkan oleh raga lari dalam aktifitasnya untuk memelihara kesehatanya. Sehingga menjadi kecenderungan bahwa manusia memilih olah raga lari dalam hidupnya untuk dijadikan kebiasaan atau hobi. Kini, dalam era modern keinginan manusia tidak hanya dijadikan sekedar hobi, namun berubah menjadi klub sehat dan menjadi gaya hidup bahkan untuk bersosialisasi. Yang berarti bahwa tidak hanya olah raga lari untuk prestasi saja yang berkembang dan digabungkan dengan cabang olah raga lainnya, namun olah raga lari non prestasi (untuk kebugaran) juga mengalami perkembangan yang digabungkan dengan aktifitas lain manusia. Suatu saat akan muncul klub olah raga lari non prestasi menjadi trend gaya hidup seperti klub bike to work atau klub body building.

21.10.08

FILOSOFI LARI

Kata lari yang dikenal sehari-hari maupun dalam konteks kegiatan tertentu memiliki dua arti kata. Yang pertama arti fisik yang menyangkut badan dan gerakan, sedangkan arti yang kedua yaitu secara psikis/pikiran. Arti secara luas dapat berpindah dari sesuatu secara cepat atau bergerak dari diam dengan cepat atau melangkah dari tempat sebelumnya atau menghindar dari sesuatu. Misalnya lari dari kenyataan, pelarian, kawin lari. Arti yang lainnya membawa pikiran ke sesuatu tempat tertentu. Lokasi pikiran yang menjadi tujuan tertentu tergantung dari si pembawa pikiran tersebut, dapat menyatakan tempat yang baik, buruk, indah, kacau, ke suatu arah tertentu, secara cepat, lama. Dari lokasi pikiran tersebut si pembawa dapat menterjemahkan ke fisik nyata yang berupa fisik/gerak atau hanya didiamkan saja tetap dalam pikirannya.

Demikian juga dengan olah raga lari (running) yang bermula dari pikiran untuk bergerak dari diam ke arah suatu tempat yang diaplikasikan dengan menggerakkan raga/badan menggunakan kaki secara cepat. Lari secara fisik banyak yang mengartikan hanya badaniah, namun pelari-pelari dunia menjadikan lari sebagai pemahaman yang berbeda-beda. Tengok saja runner’s world seperti Samuel Kamau Wanjiru (kenya) marathon, Kenenisa Bakele (Ethiopia) middle distance, Hicham El Guerrouj (Marocco) middle distance, Qu YunXia (China) middle distance, Usain Bolt (Jamaica) sprinter, Ben Johnson (Canada) sprinter, Carl Louis (USA) sprinter, Florence Griffith Joyner (USA) sprinter, kata lari dijadikan sebagai moto hidup dalam pikirannya sampai dapat meraih gelar juara dunia. Tercepat… terkuat… adalah kata utama yang ada dibenak pelari dunia pada saat championship event namun dalam kehidupannya kata lain yang ada di pikiran yang menjadi pendorong dan pendukung adalah disiplin, kuat, kontinyu, tidak mudah goyah. Sehingga dalam kehidupannya tidak tertinggal oleh pemikiran aktifitas lainnya. Dengan adanya pikiran yang muncul dibenak lari… berlarilah… dan terus berlari… menjadikan fisik untuk terpacu memunculkan lari dalam benak. Jadikan hal itu moto hidup yang senantiasa ada dalam positif thinking kehidupan anda. Setelah itu menjadikan pikiran ke arah bergerak atau gerakan fisik sebagai olah raga/badan untuk mengaktualisasikan diri.

Aktualisasi diri olah raga lari masing-masing personal berbeda-beda, tergantung apa yang akan ditujunya. Jangan tanya aktualisasi lari pada atlet, jawaban yang diperoleh pasti adalah “untuk kejayaan”… “menjadi juara”… “menjadi yang tercepat”… “menjadi yang terkuat”. Tetapi hal itu bila ditanyakan pada pelari sejati yang terkenal maupun tidak terkenal, jawaban yang diperoleh dapat berbeda-beda seperti “untuk kesehatan”, “untuk umur yang panjang”, “agar hidup lebih dinamis”, ”fit maintain”, “my soul” karena pelari sejati tidak ingin dikenal dan lari hanya untuk dirinya. Kita bisa mengkloning aktualisasi lari seperti atlet dunia untuk meraih prestasi yang diinginkan, sedangkan kloning lari seperti pelari sejati menjadikan hidup lebih hidup. Dalam kitab-kitab suci agama-agama juga memberikan tuntunan untuk hidup sehat, adapun salah satu caranya dengan berolah raga. Secara keseluruhan dapat diketahui, ternyata berawal dari pikiran yang terobsesi yang dituangkan dengan semangat kedalam jenis kegiatan fisik olah raga lari secara kontinyu memiliki manfaat yang sangat besar dalam tujuan manusia untuk bisa hidup lebih lama dan bermakna.

LARI

Setiap manusia ingin berusaha selalu sehat, namun dalam keseharian banyak pengaruh aktifitas yang membelenggu maupun gaya hidup yang mempengaruhi untuk tidak sehat. Bila melirik jenis olah raga, banyak jenis atau ragam olah raga yang memiliki ekses untuk sehat dan berprestasi. Sayangnya banyak jenis olah raga yang memerlukan biaya yang mahal, tetapi hasilnya tidak menjadikan lebih bugar dan yang lebih parah hanya pamer peralatannya atau media/fasilitasnya. Jenis olah raga yang satu ini lebih murah.. tidak banyak memerlukan biaya.. dimanapun.. kapanpun.. dapat dilakukan dan hanya kemauan pribadi manusianya yang dapat memulainya. Tua.. muda, besar.. kecil, wanita.. pria, pendek.. tinggi, gemuk.. kurus semuanya dapat melakukan olah raga jenis satu ini dan merasakan hasilnya. Jenis olah raga ini dikenal dengan olah raga lari (running). maka tancapkan dalam benak anda,

Lari sebagai olah raga..
Lari sebagai hobi..
Lari sebagai prestasi…
Lari sebagai pemikiran..
Lari sebagai moto hidup..
Lari sebagai gaya hidup..
Lari sebagai sosialisasi..
Lari sebagai pelarian masalah hidup..
Lari.. berlarilah.. dan terus berlari.. setiap hari..